musik mp3

Agung Malik I Wayan Angga A.M. Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Kontributor Agung Malik I Wayan Angga A.M

kursor

RSS

  pedoman penting dalam bermain burung merpati

 
 
Dalam bermain burung merpati tentunya kita harus memiliki pedoman atau panduan yang dipegang guna mendapat hasil yang maksimal, adapun beberapa Tips tersebut :
1.         Kesehatan yang baik memberikan kontribusi 75 % bagi keberhasilan lomba dan beternak (jadi kesehatan sangat penting, meskipun burungnya bagus kalau kesehatannya kurang bagus kerjanya bisa tidak maksimal demikian juga bila berterna hasilnya pun kurang memuaskan).
2.         Dalam mejadikan burung berkualitas dengan melatih saja tidak cukup namun pemberian vitamin, nutrisi dan perawatan memiliki andil yang sangat besar guna menjadikan burung menjadi berkualitas dalam lomba, obat - obatan tidak akan menambahkan kecepatan dan kemampuan burung bertambah namun hanya membuat merpati menjadi sehat dan siap dilatih / lomba selama pemberian nutrisi secara benar.
3.         Dalam memilih dan menilai Merpati tidak ada satu alat pengujian pun yang lebih bagus selain dari dimainkan karena dengan dimainkan kita menilai secara langsung apakah merpati tersebut bisa memiliki prospek kearah lebih baik apa tidak  (meskipun burung anakan burung bagus dan body montok kalau dimainkan jelek maka harus di upcare).
4.         Memiliki sedikit burung yg bagus akan lebih baik dari pada punya banyak tapi tidak berkualitas karena akan menghambat kemajuan merpati lainnya.. (kualitas lebih penting daripada kuantitas).
5.         Dalam melatih beri kesempatan piyik untuk menjadi dewasa. jangan dilatih berlebihan saat masih piyik (lebih baik menyiapkan otot piyik kuat dari pada nanti diporsir menjadi tidak baik ).
6.         Dalam mengikuti lomba mengikutsertakan banyak burung  bukan kunci untuk memenangkan lomba. ( karena burung kualitas akan mampu bertanding sampai pucak, daripada menerjunkan burung yang setengah - setengah dan coba – coba tapi malah menghabiskan biaya)
7.         Sebuah kandang ternak akan maju atau berkembang tergantung ada tidaknya betina yg mampu menurunkan anakan yang berkualitas (  Golden Pair untuk mencetak juara – juara ).
8.         Timbulnya penyakit merpati bagi para peternak disebabkan dari kandang yang terlalu sesak,, kurang bersih dan minimnya pengetahuan tentang perawatan merpati.
9.         Beternak merpati harus sabar, konsisten, teliti dan setahap demi setahap (alon-alon asal klakon). Mulailah dengan 3-5 pasang indukan ternak dan kembangkan ternaknya dengan menggunakan indukan inti yg sudah terbukti bagus. ( sekali lagi jangan percaya dengan katanya, namun bukti jauh lebih penting dari  cerita yang tidak memiliki bukti )
10.      Dalam melakukan penyilangan gunakanlah burung yg kinerjanya bagus dengan burung yang kinerjanya bagus atau juara X juara  ( jangan sekali – kali mencoba – coba yang tidak pasti atau beternak burung yang belum teruji kualitasnya, mis : bagus x kurang bagus, kurang bagus x bagus = lebih baik  = bagus x bagus, jangan seperti tukang bengkel yang pakai prinsip saling melengkapi, ini mahluk hidup bukan mesin yang bisa dibongkar pasang )
11.       Hindari beli burung yang merupakan hasil ternak berdasarkan pedigree bertahun-tahun. Biayanya akan mahal dan hasilnya akan boncos (maksudnya jangan terlalu fanatik dengan 1 trah saja, meskipun trah tersebut baik. Burung bagus bisa dari trah apa saja)
12.      Banyak peternak mengalami penurunan/jatuh karena berusaha melakukan perubahan dengan cara memasukkan darah baru (maksudnya kalau mau memasukkan darah baru harus hati-hati. Lakukan pengujian terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke darah yg sudah ada  (Kalau saya pribadi lebih cenderung membuat trah baru dari pada merubah yg sudah ada dengan mencampurkan trah lama dengan trah baru).
13.      Jangan pelihara burung terlalu banyak namun tidak berkualitas namun peliharalah yang sudah terbukti juara.
14.      Burung yg cerdas tidak akan mengalami kesulitan untuk pulang kandang (joki) dan akan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan atau pindah – pindah lapangan.
15.      Banyak peternak terkenal menggunakan burung terpilih dari peternak lain sebagai bahan crossing untuk mencetak racer(performance crossing) guna mendapat tambahan varian baru dikandang ternak dari pada mencari burung juara yang kagetan untuk dijadikan bibit. ( apalagi harus membeli dipasar pakai prinsip untung - untungan jangan sekali - kali dilakukan, kalo bagus kenapa harus ada dipasar )
16.      Dalam mengikuti lomba untuk mendapatkan kemenangan jangan mengandalkan hoki semata atau untung - untungan, kalo prinsip ini dipakai lebih baik anda beli lotre atau undian berhadiah karena prinsip dalam lomba adalah merpati yang diterjunkan sudah siap tarung dan bisa diandalkan.
17.      Luangkan waktu yg berkualitas (maksudnya serius) dalam beternak dan bermain merpati jangan memelihara burung hanya iseng atau mengisi waktu luang karena hasilnya tidak memuaskan, bosan, rugi waktu dan biaya serta akhirnya BUBAR.
18.      Dalam berternak dan menyeleksi burung yang akan dilombakan  untuk mendapatan hasil yang maksimal  maka laksanakan kompetisi yg ketat berdasarkan hasil kinerja dilapangan, jangan terpengaruh keturunan demikian juga dalam ternak  jangan ternak berdasarkan warna, body, mata, sayap, etc ( anatomi dan katuranggan)
ANTARA INSTING DAN LOGIKA
      Didalam hobby merpati tentunya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,  bahwa semua penggemar merpati selalu menginginkan burung yang dimiliki harus menjadi yang terbaik..
Banyak contoh yang harus kita ambil, dimana pemain merpati yang membeli burung siap lomba mengharapkan merpati yang dibeli mampu menunjukkan performa yang sama sewaktu dibeli bahkan lebih menonjol ternyata hasilnya jauh dari kenyataan walapun burung yang dibeli memang burung sudah terbukti kualitasnya tapi setelah pindah kandang / pindah tempat beda kinerjanya dan akhirnya pembelinya pun kecewa. 

       Disini yang perlu kita amati adalah merpati berpikir menggunakan INSTING manuisa berpikir menggunakan INSTING dan LOGIKA.
Saya amati banyak pemain tinggi yang kecewa membeli burung jadi / siap lomba dari pada pemain balap.. (mudah2an tidak benar kalo salah saya mohon ma'af  ini pendapat saya), begitu ditest dikandang asal turunnya kaya batu jatuh tapi begitu pindah tempat turunnya seperti geli turun ketanah... karena saya pun dulu pemain burung tinggi.
1.         Karena merpati adalah hewan yang sangat sensitif dan berpikir menggunakan insting pada saat pindah kandang (burung jadi / siap lomba) biasanya pemain balap pasti membeli burung sekaligus dengan kandang (gupon) tempat minum, tempat makan, jamu, seragam, tempat mengeram dll sehingga jangan sampai burung tsb stress, kalo pemain tinggi ada yang kurang memperhatikan hal - hal tersebut termasuk dalam hal perawatan, pemberian nutrisi dan latihan ditanyakan sedetail mungkin.. dan merpati balap sering pindah - pindah tempat sedang merpati tinggian jarang kecuali pemain kolong.
2.         Dalam hal beternak atau memilih burung mayoritas pemain balap lebih mengedepankan trah lebih dahulu sebelum menginjak kebentuk fisik (katuranggan) jadi sangat kecil kemungkinan pemain balap akan melakukan ternak hanya berdasarkan pegangan tanpa mengetahui trah.. (pegangan burung pasar yang bagus banyak dan banyak pemain burung yang fanatik dengan katurangan dan warna)
3.         Jadi bila kita hanya sekedar hobby dan menginginkan burung bagus dan juara serta memiliki modal ya beli burung yang bagus dan juara, latih adu jangan memikirkan untung rugi.. kalah beli lagi sampai punya burung juara.. dan nama kita naik.. ini adalah prinsip mencari nama dulu setelah punya nama baru ternak ( berpikir hasil dulu baru proses ) dan hasilnya pun lebih cepat ngorbit.
4.         Kalo kita hobby sekaligus usaha, pikirkan langkah apa yang harus ditempuh baik mencari bibit merpati , breding dan melatih dll. Kalo tujuan beternak untuk menghasilkan burung bagus, janganlah berpikir menggunakan modal yang besar.. burung mahal adalah burung juara, sedangkan burung bagus belum tentu mahal apalagi hanya trah bagus dan belum juara, saya rasa ini tidak terlalu mahal karena tujuan kita hanya ternak jadi tidak perlu menggunakan burung juara karena sdr. burung juara juga bisa asal pedoman Metode Breding dipahami..
5.         Sebelum mengambil burung yg akan kita jadikan breder, satu hal TERPENTING yg harus kita lihat, amati dan catat.. dari burung yang juara tsb, berada saudara, anakannya, baik dari induk jantan, betina, kakek dan neneknya yg bagus (progency test teori hermono harus digunakan).. karena bila burung yg istimewa (sdg juara) sedangkan sdr2 burung2 tsb tidak ada atau kurang bahkan jalurnya terlalu jauh maka siap2lah untuk menunggu dgn sabar bertahun2 akan ada anak yg bagus seperti bapaknya... (dgn kata lain burung juara KAGETAN sekali muncul besok2 sdh ga ada lagi keturunannya yg muncul).. siap2lah dgn sabar bila beternak dari burung seperti ini.
6.         Bila kita sdh memahami karakter/trah burung yang kita ternak jgn lah pernah lepas linebred dgn tujuan bila hasil ternak kita blm mendapat hasil yg kita inginkan maka bila melakukan crossbred dgn trah lain maka kriteria yang akan dihasilkan tdk melenceng jauh...
7.         Janganlah pernah berhenti mengenali burung2 juara baik dari jalur saudaranya, induk jantan, betina, ponakannya bahkan cucunya.. pilih sesuai keinginan kita... 

Thanks semoga bermanfaat..............

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Unknown mengatakan...

mantab....brooo

Posting Komentar